Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendapatkan amanat melaksanakan Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) dari Kemenristek Dikti berupa pendampingan dan pemberdayaan desa wisata di Desa Wisata Pagerjurang Melikan, Wedi, Klaten.

Menurut Dr Agus Dwi Anggono, Ketua Tim PPDM UMS, tujuan dari program tersebut untuk meningkatkan kapasitas desa wisata. Tim ini beranggotakan Dr Moerdiningsih, Dr Tri Widodo Besar Riyadi dan Dr Bana Handaga.

“Di antaranya meningkatkan kunjungan wisatawan baik lokal maupun internasional. Program dilakukan berupa penyelesaian masalah-masalah yang sering ditemui oleh warga pelaku kegiatan wisata,” kata Agus.

Tim juga membantu pengadaan sarana website, brosur desa wisata dan meningkatkan kesadaran warga dalam mengelola desa wisata. “Implementasi PPDM juga mendesain dan membuat mesin penggiling tanah dengan pemakaian material yang lebih kuat dan kualitas lebih baik. Dengan demikian umur pakai mesin akan lebih lama,” tambahnya.

Dikatakan Agus, tim juga membuat website sebagai sarana promosi dan informasi yang lebih luas dan pembuatan brosur yang menarik untuk target wisatawan lokal.

“Website tentang desa wisata bisa diakses di www.kampunggerabah.com. Informasi mengenai paket kegiatan wisata edukasi bisa ditemukan di website tersebut, termasuk personil yang bisa dihubungi,” katanya.

Dikatakan Agus, desa yang digarap oleh tim LPPM UMS ini telah ditetapkan sebagai desa wisata oleh Pemkab Klaten semenjak 2007. Obyek wisata andalan di desa ini berupa pembuatan gerabah atau keramik dari tanah liat.

“Keunikan dari pembuatan gerabah di Melikan adalah pemakaian alat putar pembuat gerabah yang posisinya miring. Ini satu-satunya di Indonesia,” ujar Sumilih, ketua paguyuban pembuat kerajinan gerabah di desa ini.

Agus menambahkan, apa yang dijalankan tim LPPM UMS ini sejalan dengan program pemerintah dalam pengembangan desa. “Ini juga bertujuan meningkatkan peran perguruan tinggi dalam peningkatan kapasitas kawasan pedesaan untuk mencapai masyarakat yang mandiri,” katanya.