Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMS kembali menuliskan tanggal bersejarah dalam perjalanannya mengabdi pada Negeri. Kerjasama antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMS, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Sragen dan Fakultas Pertanian Universitas Jendral Sudirman (UNSOED) Purwokerto, menghasilkan varietas baru pada tananam padi.

Prof. Totok Agung, Ph.D selaku pemulia padi memberi nama Inpago Unsoed 1, yang mana varietas Inpago tersebut merupakan penyilangan antara padi Menik yang memiliki aroma wangi dan padi Gogo yang biasa ditanam di daerah kering (Huma) sehingga nantinya varietas baru ini dapat ditanam di sawah kering 9kurang pengairan).

Sinergi yang terbentuk dari pertemuan Prof. Totok dengan Agus Ulinuha, Ph.D (ketua LPPM UMS) dan Dr. Fattah Santoso (WR IV UMS) menghasilkan gagasan uij coba Inpago yang kemudian disosialisasikan ke MPM PDM Kab. Sragen. Gagasan tersebut disambut hangat oleh ketua MPM PDM Sragen Ir. Fathurahman. Penanaman Inpago yang difasilitasi oleh LPPM UMS dengan dana penelitian aksi tersebut telah membuahkan hasil melalui panen perdana (01/10/2017).

Bupati Sragen menyambut baik kiprah dari MPM PDM Sragen yang memberdayakan petani, selain itu langkah uji coba Inpago di Sragen dapat mempertahankan posisi kabupaten Sragen sebagai kabupaten lumbung padi kedua di Jawa Tengah. Pada acara yang sama dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen) mengajak MPM PDM Sragen untuk menguji coba Inpago di daerah utara/barat Bengawan Solo yang merupakan wilayah lebih kering (sulit air). Semoga hasil panen yang diperoleh nantinya sama baiknya atau lebih baik darii hasil panen perdana ini.